Komunikasi Itu ada Seninya. Oh Su Hyang. Bhuana Ilmu Populer, Mar 8, 2021 - Self-Help - 188 pages. Buku ini mencakup soal teknik komunikasi psikologis dalam kehidupan sehari-hari, yakni teknik komunikasi psikologis untuk memulihkan hubungan, membujuk dan mendapatkan respons, berkomunikasi dengan kekasih, untuk membuka dompet orang lain, serta
Oleh Kelompok 4 (Famous) Identitas Buku Judul: Bicara Itu Ada Seninya Judul Asli: The Secret Habits to Master Your Art of Speaking Penulis: Oh Su Hyang Penerjemah: Asti Ningsih Penyunting: Yosepha Ary Hascaryani K. Penerbit: Bhuana Ilmu Populer Tahun Terbit: 2018 Tebal Buku: 238 halaman Harga Buku: Rp. 67.000,00 (Harga Pulau Jawa) Sinopsis TAHUKAH ANDA
17Mei 2022. di Resensi. A A. Buku teknik bicara di depan umum: Bicara itu ada seninya karya Oh Su Hyang penerbit BIR Gramedia Group. Bicara itu bukan hanya tentang membunyikan kata-kata. Tetapi bagaimana membuat orang lain mengerti dan menangkap pesan yang disampaikan. Yang paling fundamental dari semua itu, cara bicara menunjukkan siapa Anda
Maka buku Komunikasi Itu Ada Seninya membantu melengkapi apa yang belum sempat ditulis oleh penulis. Buku ini bertuliskan berbagai macam teknik komunikasi psikologi yang telah diteliti oleh ilmuan dan banyak di aplikasikan oleh pakar komunikasi terkemuka.
10. Citizen of the World. 11. Tentang Kematian. 12. Mempraktikkan Filosofi Teras. Pada buku setebal 320 halaman ini, setiap halaman menjelaskan secara detail setiap poin di atas dan terdapat beberapa contohnya. Selain itu, pada setiap akhir bab, selalu ada intisari dari bab tersebut. Sehingga pembaca bisa mereview kembali isi dari bab tersebut.
1. Jalan Cerita Buku Bicara Itu Ada Seninya mabhak.sch.id. Dalam buku BICARA ITU ADA SENINYA (HARDCOVER), terbagi menjadi 5 bab yang terbagi lagi menjadi beberapa sub bab. Secara keseluruhan isi buku ini menggunakan bahasa mengalir dan gampang dipahami. Ini dia kelima bab selengkapnya: Bab 1: Perbedaan Juara 1 dan Juara 2 Terletak pada Ucapannya
Ulasan atau Review Buku Start with Why. Ada alasan mengapa sebuah buku menjadi best seller, salah satunya adalah ketika sebuah buku membukakan mata dan membuat kita mempunyai pemahaman baru yang dapat menjadikan landasan langkah baru ke depannya. Buku Start with Why yang ditulis oleh Simon Sinek ini termasuk ke dalam tipe buku yang seperti itu.
PbzEAW. Judul Bicara Itu Ada Seninya Penulis Oh Su Hyang Penerjemah Asti Ningsih Penyunting Yosepha Ary Hascaryani. K Desain Aditya Ramadita Penerbit Bhuana Ilmu Populer BIP Terbit Desember 2019, cetakan kedua Tebal xvi + 240 hal. ISBN 9786024553920 Saya memutuskan membeli buku ini karena judulnya menarik. Saya merasa butuh bantuan dan latihan untuk bisa berbicara dengan baik karena dalam kehidupan sosial saya kesulitan memulai pembicaraan. Sehingga saya berharap pada buku ini akan menemukan beberapa tips untuk melakukannya. Sepanjang membaca buku ini memang saya menemukan banyak tips terkait berbicara. Beberapa saran memang bisa dipakai. Tetapi, banyak juga yang akhirnya tidak bisa saya pakai. Contohnya, di halaman 10–12, kita akan diberitahu cara melatih logika dalam berbicara berikan alasan tepat untuk argumen anda, hindari lompatan logika dan melebih-lebihkan, konsisten dalam bersikap, gunakan kata-kata sederhana, dan tetap tenang. Contoh lainnya mengenai berbicara menggunakan storytelling yang baik harus memenuhi syarat seperti tema, konflik, simpati dan solusi. Syarat tambahannya berupa pembalikan dan alasan. Lebih jelasnya kita bisa membaca di halaman 16–18. Bagi kalian yang termasuk tipe orang yang gugupan, penulis juga memberikan tips cara menghilangkan kegugupan yaitu membuat karikatur pendengar, menghindari merendahkan kapasitas diri saat memperkenalkan diri, mempelajari konten dengan baik, dan mengucapkan “mantra” dengan penuh keyakinan. Dan masih banyak lagi tips yang dibagikan penulis, yang kemudian dirangkung dalam catatan saya sebagai berikut Lima unsur nonverbal untuk memikat hati pendengar hal. 27-30. Tiga kunci menjadi sukses dengan bertingkah seperti orang sukses hal. 40. Tiga keterampilan dalam berbicara hal. 59-61. Empat teknik mendengarkan hal. 95. Delapan unsur untuk mmebuat plot yang kokoh hal. 113-118 Sepuluh rahasia pembiacaran komunikatif ala Yoo Jae Suk hal. 142-143. Empat unsur menghadirkan irama dalam berbicara hal. 149-150. Empat tipe presentasi yang tidak cukup persiapan hal. 168-169. 4P mempersiapkan presentasi yang baik hal. 170-171. Tiga cara membentuk suara Dari beberapa tips berbicara yang dibagikan penulis ternyata dapat diaplikasikan dalam membuat tulisan. Misalnya menggunakan kata-kata yang sederhana, menggunakan perumpamaan, dan yang paling berhubungan dengan membuat tulisan adalah tips delapan unsur untuk membuat plot yang kokoh. Keunggulan buku ini selain isinya banyak berupa tips, penulis juga menceritakan banyak tokoh yang menurutnya merupakan pembicara yang handal. Seperti Oprah Winfey, Barack Obama, dan tokoh-tokoh dunia lainnya. Yang membuat saya kurang suka dengan buku ini adalah tips yang diberikan pada akhirnya ditujukan untuk berbicara dalam situasi formal. Misalnya berbicara untuk presentasi, berbicara sebagai presenter acara, dan bahkan berbicara sebagai pekerja penjualan. Padahal saya berharap akan mendapatkan inspirasi memulai pembicaraan dalam konteks hubungan personal. Karena kendala saya saat ini adalah tidak bisa memulai pembicaraan dengan orang sekitar secara luwes. Karena alasan di atas, saya sangat rekomendasikan buku ini untuk kalian yang membutuhkan nasihat cara berbicara dalam dunia pekerjaan yang membutuhkan keahlian berbicara yang baik. Saya kira semua saran di buku ini akan sangat berguna sekali. Akhirnya saya memberikan nilai 3 dari 5 untuk buku ini.
Buku yang memiliki judul asli “BICARA ITU ADA SENINYA” ini merupakan karya dari seorang dosen dan pakar komunikasi terkenal Korea Selatan, Oh Su Hyang. Ia telah melanglang buana dalam bidang komunikasi. Berawal dari dirinya yang hidup serba kekurangan di masa kecil. Ia mengisahkan bahwa dirinya terlahir dari keluarga yang kurang mampu dan memiliki rumah di pinggir rel kereta api. Semasa kecil, ia tak memiliki sebuah impian. Ia merasa tidak ada yang menarik dan istimewa dari dirinya. Hinga pada suatu hari semasa ia duduk di bangku SMA, guru di kelas memujinya karena ternyata ia memiliki pelafalan dan teknik yang baik dalam membaca. Pujian gurunya itulah yang menjadi lecutan bagi dirinya untuk terus fokus menyelami dunia public speaking. Ia kemudian terjun menjadi pembawa acara siaran televisi lokal ketika masih di bangku SMA. Kemudian terus berlanjut hingga kini ia telah menjadi seorang public speaker, penyiar, dosen, speaking tutor, hingga penulis. Kesuksesannya bukan sekadar buah dari bakat yang ia miliki. Ia berlatih dan terus berusaha untuk dapat layak menyandang gelar pakar komunikasi saat ini. Buku ini diawali dengan testimoni dari enam tokoh di Korea Selatan, diantaranya adalah dosen tamu di Seoul Art University, Bae Han Seon dan pemandu acara, penyiar, pembawa acara Lee Taek Rim’s Pleasant Evening Stroll in KBS Radio, Lee Taek Rim. Kemudian dilanjutkan dengan prolog yang berjudul “Membuka Peluang Kesempatan dengan Kebiasaan Bicara”. Dalam prolog ini, Oh Su Hyang menegaskan bahwa apabila di bidang musik ada orang yang “buta nada”, di dalam aktivitas bicara pun ada orang yang “buta ucapan”. Mereka adalah orang yang merusak suasana dengan ucapan yang tidak sesuai dengan tempatnya. Kebanyakan orang tidak mengetahui bagaimana metode komunikasi yang efisien untuk mencapai tujuan komunikasi, persuasi, dan negosiasi. Menurutnya, siapapun bisa meningkatkan kemampuannya asalkan mau berusaha. Dengan keyakinan inilah, ia menulis buku yang berisi kumpulan metode berbicara ini. Buku yang memiliki tebal 238 halaman ini terdiri atas lima bab. Bab pertama berjudul “Perbedaan Juara 1 dan Juara 2 Terletak Pada Ucapannya”. Pada bab ini Oh Su Hyang memberikan penjelasan mengenai kesan pertama yang diciptakan seseorang terhadap orang yang baru ditemui itu berawal dari ucapan. Kemudian, dipaparkan bagaimana teknik seorang pelamar pekerjaan untuk dapat melakukan story telling ketika memperkenalkan diri pada saat wawancara kerja hingga penjelasan mengenai penyebab seseorang takut berbicara di depan umum. Bab ini ditutup dengan bagian Berbicara Seakan Sudah Terwujud’, di dalamnya Oh Su Hyang menyatakan “Berbicaralah dengan antusias dan bertingkah seolah Anda telah sukses . Mulai sekarang, berbicara sambil membayangkan bahwa Anda akan segera sukses, maka tak lama lagi impian Anda akan terwujud.” Selanjutnya, ada bab kedua yang berjudul “Pintar Mendengar, Pandai berbicara”. Pada bab ini, Oh Su Hyang memberikan rumus terapi komunikasi agar dapat berkomunikasi dengan baik, yaitu C = Q × P × R. C’ untuk communication atau komunikasi. Ada tiga hal untuk memenuhinya yaitu, Q’ untuk question atau pertanyaan, P’ untuk praise atau pujian, dan R’ untuk reaction atau reaksi. Selain itu, terdapat penjelasan juga bahwa obrolan yang baik itu diukur berdasarkan kualitas bukan kuantitas. Kemudian, dijelaskan pula teknik membujuk paling ampuh, negosiasi untuk memperoleh keinginan, serta inti dari perdebatan ialah mendengarkan lawan bicara. Kemudian, dilanjutkan dengan bab ketiga yang berjudul “Ucapan yang Membuat Lawan Bicara Memihak Kita”. Di bab ini kita akan diberi penjelasan mengenai suksesnya sebuah produk karena satu kata kunci. Contohnya, iklan Chocopie. Chocopie telah lama menjadi camilan rakyat Korea sejak akhir tahun 70-an. Produk ini dapat bertahan hingga saat ini karena produsen mengemas produk mereka dengan kata kunci “perasaan”. Dengan konsep “perasaan” yang familier dengan rakyat Korea menjadikan produk ini terus dilirik konsumen untuk menyampaikan perasaan mereka pada orang-orang di sekitarnya. Selain itu, bab ini juga membahas bagaimana seorang produsen dapat menetapkan nilai produk dengan baik supaya dapat bertahan menghadapi persaingan pasar. Selanjutnya, ada bab keempat yang berjudul “Beratnya Ucapan Ditentukan oleh Dalamnya Isi”. Bab ini diawali dengan kutipan kata-kata mutiara “Long Learn for Long-Run”. Kemudian, Oh Su Hyang memberikan contoh melalui kisah hidup pembawa acara terkenal Korea Selatan, Yoo Jae Suk. Sebelum mampu memukau mata banyak penonton dengan kelihaian dalam membawakan beragam program hiburan, Yoo Jae Suk pernah menjadi seorang reporter untuk acara Entertainment Weekly, Ia yang masih berusia 20-an berkali-kali gagap karena saking gugupnya ketika siaran berlangsung. Sehingga hal ini membuatnya di keluarkan dari acara tersebut. Melalui kisah Yoo Jae Suk ini, Oh Su Hyang menyadarkan pembaca bahwa semua orang memiliki titik start yang sama dalam hal bicara komunikatif. Kemampuan berbicara bukanlah bawaan lahir. Di bab ini pula diberikan sepuluh aturan komunikasi sukses ala Yoo Jae Suk. Kemudian di jelaskan pula bahwa komunikasi yang baik itu berisi perkataan yang jujur dan tidak dilebih-lebihkan. Bab ini diakhiri dengan bagian Membuat yang Tidak Mungkin Menjadi Mungkin’, didalamnya Oh Su Hyang menyatakan “Apakah Anda sedang merencanakan hal besar? Maka jangan lupa sisipkan semangat yang besar dalam ucapan Anda. Semangat itu akan menyebar ke sekitar Anda dan akan membantu Anda melangkah maju. Suara, lafal, gesture, dan konten. Semua memiliki peranan penting dalam berbicara. Namun, semangat adalah mantra terbaik untuk mewujudkan masa depan yang Anda impikan.” Bab kelima sekaligus bab terakhir dari buku ini berjudul “Suara Bagus Bukan Bawaan dari Lahir”. Pada bab ini, disajikan teknik-teknik mengolah suara berdasarkan pengalaman Oh Su Hyang yang terdiri dari vokalisasi, melenturkan organ artikulasi, dan bernapas ala Choi Bool Am. Kemudian, diberikan kisah-kisah inspiratif dari tokoh publik Korea Selatan yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik, mulai dari aktor Song Joong Ki hingga pembawa acara kondang Lee Geum Hee dan solois Korea Selatan Sung Si Kyung. Buku yang pertama kali diterbitkan tahun 2016 ini memiliki beberapa keunggulan. Misalnya, cover buku ini terlihat elegan dengan soft cover-nya yang memiliki background motif jeans yang khas. Selain itu, setiap bab pada buku ini diawali dengan kutipan kata-kata mutiara, seperti “Berbicaralah layaknya seorang pemimpi, maka mimpimu akan menjadi nyata” pada bab pertama dan “Long Learn for Long-Run” pada bab keempat. Kemudian, dari segi konten buku ini selalu mengadirkan kisah tokoh-tokoh terkemuka inspiratif dalam bidang komunikasi sehingga dapat memberikan inspirasi bagi pembaca yang ingin mengasah kemampuan komunikasinya. Ditambah lagi, Oh Su Hyang selalu memberikan contoh realistis setiap penjelasannya dengan menghadirkan kisah-kisah para client-nya yang mengalami berbagai permasalahan dalam hal komunikasi. Dibalik keunggulannya, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Pertama, tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam buku ini kebanyakan merupakan tokoh-tokoh publik Korea Selatan sehingga bagi pembaca yang berasal dari Indonesia terasa kurang familier. Kedua, buku ini lebih banyak memberikan porsi penjelasan pada teknik-teknik komunikasi dalam hal marketing. Sehingga, ada beberapa bagian yang diberikan penjelasan tidak sedetail lainnya. Ketiga, karena buku ini terjemahan dari bahasa Korea, ejaan yang diberikan terkadang membuat pembaca yang berasal dari Indonesia kurang familier. Terlepas dari itu semua, buku ini cukup menarik untuk dibaca. Saya rekomendasikan buku ini untuk kalian semua yang ingin mengenal dunia komunikasi, baik itu dari kalangan mahasiswa, pelamar pekerjaan, dan kalangan lainnya yang membutuhkan teknik komunikasi yang baik. Penulis, Sebjun Parulian Nadeak Editor, PRT PMKRI Cab. Palangka Raya
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. JIKA INGIN SUKSES,BERBICARALAH SEPERTI ORANG SUKSESJudul Bicara Itu Ada Seninya Penulis Oh Su Hyang Penerbit Bhuana Ilmu Populer, Kelompok Gramedia Jl. Pal Merah Barat 29-37 Unit 1, Lantai 2, Jakarta Tahun Terbit 2016Tebal Buku 238 halamanPeresensi Mayavatika Sari Bila membaca judul bukunya saja pembaca mungkin mengira bahwa isinya pasti Cuma perihal teknik komunikasi. Tetapi seandainya sudah membaca buku ini rupanya teknik komunikasi yaitu kelengkapan dari isi buku ini. Penulis merupakan seorang dosen dan pakar komunikasi terkenal di Korea Selatan. Buku ini terdiri dari 5 lima bab, dimulai dengan 6 enam testimoni dari Bae Han seon dosen di Seoul Art university,Kim sin II mantan mentri pendidikan dan ke empat orang hebat lainnya. Berikutnya dilanjutkan dengan prolog yang berjudul "Membuka Peluang Kesempatan dengan Kebiasaan Bicara". Dalam prolog ini, Oh SU Hyang menegaskan bahwa apabila di bidang musik ada orang yang "buta nada",di dalam aktivitas bicara pun ada orang yang "buta ucapan". Mereka adalah orang yang merusak suasana dengan ucapan yang tidak sesuai dengan siapapun bisa meningkatkan kemampuan asalkan mau berusaha. Dengan keyakinan inilah, ia menulis buku yang berisi kumpulan metode berbicara. Buku ini ditulis dengan tujuan agar bisa dipahami oleh semua orang yang membacanya. Kita bisa belajar dari orang-orang yang sudah terkenal dan berpengalaman mengenai rahasia teknik komunikasi. Apabila kita membaca buku ini, maka tentu rasa percaya diri kita untuk berbicara dengan berbagai macam orang akan tumbuh dengan dalam buku ini mengingatkan kita bahwa manusia itu ialah mahluk sosial yang tak dapat hidup sendiri tanpa adanya interaksi dan komunikasi dengan orang dalam buku ini kita bisa menemukan bagaimana cara bicara yang baik. Ada 4 empat hal inti dari seni berbicara yaitu 1 berbicaralah layaknya seorang pemimpi, maka mimpim akan menjadi kenyataan, 2 teknik terpenting dalam komunikasi adalah mendengar, 3 long learn, long run, dan 4 suara bergema menyokong isi . Buku yang mempunyai tebal 238 halaman ini terdiri dari Bab pertama berjudul "Perbedaan Pemenang 1 dan Pemenang 2 Terletak Pada Ucapannya". Pada bab ini Oh Su Hyang memberikan penjelasan mengenai kesan pertama yang diwujudkan seseorang kepada orang yang baru dijumpai itu, bermula dari ucapan. Kemudian, dipaparkan bagaimana teknik seorang pelamar profesi untuk bisa melaksanakan story telling dikala memperkenalkan diri pada wawancara kerja sampai penjelasan mengenai penyebab seseorang takut berbincang-bincang di depan umum. Bab ini ditutup dengan bagian 'Berbicara Seakan Telah Terwujud', di dalamnya Oh Su Hyang mengungkapkan"Berbicaralah dengan antusias dan bertingkah seolah anda telah sukses. Mulai sekarang, berbicara sambil membayangkan bahwa anda akan segera sukses, maka tak lama lagi impian Anda akan terwujud."Selanjutnya, ada bab kedua yang berjudul "Pintar Mendengar, Pandai Berbicara." Pada bab ini, Oh Su Hyang memberikan rumus terapi komunikasi supaya bisa berkomunikasi dengan bagus, adalah C = Q P R. 'C' untuk communication atau komunikasi. Ada tiga hal untuk memenuhinya adalah, 'Q' untuk question atau pertanyaan, 'P' untuk praise atau kebanggaan, dan 'R' untuk reaction atau respon. Selain itu, terdapat penjelasan juga bahwa obrolan yang bagus itu dinilai menurut kwalitas bukan kuantitas. Kemudian, dijelaskan pula teknik membujuk paling ampuh, negosiasi untuk memperoleh keinginan, serta inti dari perdebatan ialah mendengarkan lawan bicara. Pada bab ketiga dengan judul "Ucapan yang Membuat Lawan Bicara Memihak Kita" penulis mengajari pada pembaca mengenai teknik berdiskusi yang dapat membuat seseorang mendengarkan apa yang kita diskusikan. Salah satu teknik rahasianya yaitu dengan memberikan apa yang dibutuhkan oleh para pendengar dengan sistem penyampaian story telling dan hal-hal lainnya yang dinyatakan secara singkat, padat, dan jelas. Selanjutnya, ada bab keempat yang berjudul "Beratnya Ucapan Ditentukan oleh Dalamnya Isi." Bab ini diawali dengan kutipan kata "Long learn for long-run" kemudian ceritakan kisah hidup pembawa acara terkenal Korea Selatan, Yoo Jae Suk. Melalui kisahnya, Oh Su Hyang menyadarkan pembaca bahwa semua orang memiliki titik start yang sama dalam berbicara ada yang telah mahir dan ada yang tertinggal. Kemampuan berbicara bukanlah bawaan dari lahir. Kemudian dijelaskan pula bahwa komunikasi yang baik itu berisi perkataan yang jujur dan tidak dilebih-lebihkan. Pada akhir bab buku ini, penulis membahas sesuatu yang agak berbeda dengan pembahasan-pembahasan sebelumnya. Di dalam bab ini, penulis memberikan kisah-kisah yang berasal dari tokoh dunia yang menjadikan cara bicara mereka sebagai dasar mencapai suatu keberhasilan dengan karakter yang mereka miliki. Buku ini adalah salah satu buku non fiksi yang wajib dibaca oleh kita yang memiliki masalah dalam hal berbicara. Serta bagi para pembaca yang ingin mengetahui tentang dasar-dasar percakapan dengan orang lain. Buku yang pertama kali diterbitkan pada 2016 ini memiliki beberapa keunggulan. Mulai dari cover buku yang elegan dengan perpaduan warna hitam dan putih sehingga dapat menarik minat pembaca. Ditambah lagi dengan judul nya yang menarik rasa penasaran pembaca untuk membaca. Buku ini juga banyak memberikan kisah-kisah inspiratif dari tokoh-tokoh bukunya penulis tidak hanya memberikan solusi,saran, maupun teori saja tetapi memberika fakta-fakta yang terjadi dilapangan. Adapun kekurangan dari buku ini yang mana banyak menggunakan nama penduduk Korea Selatan yang membuat pembaca kesulitan mengejanya. Terlepas dari itu semua, buku ini cukup menarik untuk dibaca selain ilmu yang terkandung didalamnya banyak kata-kata mutiara yang sangat bagus. Lihat Book Selengkapnya
Sumber dokumen pribadi Judul Bicara Itu Ada Seninya Rahasia Komunikasi Yang Efektif Penulis Oh Su Hyang Penerjemah Asti Ningsih Penerbit Bhuana Ilmu Populer Jumlah halaman 259 halaman Tahun terbit 2018 Blurb Ketika komunikasi menjadi hal yang penting untuk bersaing, pakar komunikasi Oh Su Hyang mengeluarkan buku yang sangat berarti. Selain berisi tentang pengalaman pengembangan diri, buku ini juga membahas tentang teknik komunikasi, persuasi, dan negosiasi. Lalu bagaimana cara berbicara yang baik? Apakah berbicara dengan artikulasi yang jelas? Atau berbiacara tanpa mengambil napas? Tidak! Sebuah ucapan yang bisa disebut baik adalah yang bisa menggetarkan hati. Ucapan seorang juara memiliki daya tarik tersendiri. Ucapan pemandu acara memiliki kemampuan untuk menghidupkan suasana. Anda harus pandai berbicara untuk menunjukkan diri Anda kepada lawan bicara dalam kehidupan sosial. Orang berbicara dengan mahir akan menjadi lebih maju daripada yang lainnya. Untuk mencapai tujuan komunikasi, persuasi, dan negosiasi, Anda harus mengetahui metode komunikasi yang efisien. Buku ini dijabarkan agar dapat dimengerti oleh siapa saja. Anda dapat belajar dari banyak pengalaman orang-orang terkenal dan juga mengenai rahasia inti komunikasi. Jika Anda membacanya dengan runut, saya yakin rasa percaya diri Anda untuk berbicara pun akan tumbuh dengan sendirinya “Orang yang berbicara dengan mahir akan menjadi lebih maju daripada yang lainnya. Untuk mencapai tujuan komunikasi, persuasi, dan negosiasi, Anda harus mengetahui metode komunikasi yang efisien.” Oh Su Hyang Buku ini merupakan karya dari seorang dosen dan pakar komunikasi terkenal di Korea Selatan, Oh Su Hyang. Materi dalam buku ini disajikan dalam lima bab, yang setiap bab terdiri dari banyak subbab. Buku ini berisi langkah-langkah bagaimana berkomunikasi yang efektif. Penulis banyak memaparkan bagaimana orang-orang hebat, diantaranya Barack Obama, Oprah Winfrey, dan Yoo Jae Seok yang berhasil mencapai kesuksesan karena komunikasinya yang baik. Buku ini menarik, sebab Oh Su Hyang juga menghadirkan kisah kliennya yang kesulitan dalam hal komunikasi, baik dalam kehidupan keluarga, percintaan, dan pekerjaan. Serta membahas strategi berbicara di kehidupan sehari-hari khusunya strategi komunikasi dalam marketing. Karena buku ini merupakan terjemahan, sehingga terkadang terdapat ejaan yang kurang familier dalam bahasa Indonesia, tokoh-tokoh yang diceritakan pun lebih banyak merupakan aktor, mc, atau pembawa berita yang berasal dari Korea Selatan, sehingga mungkin kurang familier di Indonesia. Rating buku Agama Biografi Buku Terjemahan Fiksi Filsafat Kesehatan Kumpulan Cerpen Kumpulan Puisi Motivasi/Pengembangan Diri Motivasi Islam Non fiksi Novel Romance Sastra
Judul       Berbicara itu ada seninya Kota diterbitkan  Depok jawa barat Nama              Moh Rizal Priyato Alamat Penulis Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan Penerbit Bhuana Ilmu komputer        Nim              202010410311147 Penulis          Oh Su hyang Tahun terbit     2018 Tebal buku        235 Ketika komunikasi menjadi hal yang penting untuk bersaing, pakar komunikasi Oh Su Hyang mengeluarkan buku yang sangat berarti. Selain berisi tentang pengalaman pengembangan diri, buku ini juga membahas tentang teknik komunikasi, persuasi, dan negosiasi. Lalu bagaimana cara berbicara yang baik? Apakah berbicara dengan artikulasi yang jelas? Atau berbicara tanpa mengambil napas? Tidak! Sebuah ucapan yang bisa disebut adalah yang bisa menggetarkan hati. Ucapan seorang juara memiliki daya tarik tersendiri. Ucapan pemandu acara memiliki kemampuan untuk menghidupkan suasana. Anda harus pandai berbicara untuk menunjukkan diri Anda kepada lawan bicara dalam kehidupan sosial. Orang yang berbicara dengan mahir akan menjadi lebih maju daripada yang lainnya. Untuk mencapai tujuan komunikasi, persuasi, dan negosiasi, Anda harus mengetahui metode komunikasi yang efisien. Buku ini dijabarkan agar dapat dimengerti oleh siapa saja. Anda dapat belajar dari banyak pengalaman orang-orang terkenal dan juga mengenai rahasia inti komunikasi. Jika Anda membacanya dengan runut, saya yakin rasa percaya diri Anda untuk berbicara pun akan tumbuh dengan sendirinya. Setelah saya baca, buku ini menarik seperti novel. Buku yang patut dibaca oleh aku/ kamu/mereka atau kalian yang bermasalah dalam berbicara dan ingin tahu dasar dasar percakapan dengan orang lain. Dalam buku ini terdapat seoarang yang berisinial K ucapannya yang membuat ilfeel, dia seorang pegawai perusahaaan IT berusia 30-an awal. Perusahaan tempat bekerja adalah perusahaan terkemuka dan terbaik dibidangnya. Namun, ia gelisah. Ia bekerja ditempat yang terlalu berfokus pada kerjaannya sehingga ia tidak memiliki waktu untuk bergaul dengan sesama jenisnya. Dia ingin menikah namun selalu ditolak oleh wanita. Meskipun ia sudah memiliki semuanya tetap ucapanlah yang menentukan semuanya. Dalam berkomunikasi kita harus memikirkan lawan bicara dan juga tidak membicarakan diri sendiri agar memberi kesan yang baik kepada lawan bicara. Kata kata yang menarik dan berkesan dalam buku ini adalah “Penampilan yang rapi akan memberikan kesan yang bagus dan begitu pula dalam berbicara agar memberi kesan yang baik kepada lawan bicara” nah itu menggambarkan bahwa semuanya yang sudah kita miliki belum tentu akan memberi kesan yang baik pada orang lain, berbeda lagi dengan bicara, kita harus hati hati dalam berbicara karena ucapan bisa membuat kita terjatuh dan membuat orang terluka. Pakaian, dandanan dan rambut yang rapi memang tidak bisa diabaikan. namun, tetaplah ucapan yang sangat penting, karena ucapan adalah sarana yang paling penting untuk menilai seseorang secara keseluruhan. Melalui ucapan , kita bisa memperoleh kesan yang baik darim lawan bicara dan dapat menunjukkan sisi menarik diri kita kepada lawan bicara. Dalam berucap kita tidak bisa menghindar dari yang namanya mencerminkan keadaaan seorang apa adanya. Kita dapat mengetahui apakah orang itu logis atau tidaknya hanya berbincang sebentar dengannya. Oleh karena itu, pola pikir yang menunjukkan pemikiran yang logis harus dilatih, sekarang berbicara logis menjadi keunggulan tersendiri untuk menciptakan ucapan yang logis kita membutuhkan waktu yang lama untuk melatihnya. Ada lima hal untuk berbicara dengan logis. 1. Berikan alasan yang tepat untuk argumen anda, 2. Hindari lompatan logika dan melebih-lebihkan, 3. Konsisten dalam bersikap, 4. Gunakan kata kata sederhana dan 5. Tetap tenang. Dengan melakukannya kita akan merasakan ucapan kita dipenuhi dengan logika yang Dalam perjalanannya sebagai pakar komunkasi beliau kerap mendapatkan berbagai pertanyaan mengenai cara berkomunikasi dengan cara yang baik kemudian beliau menciptakan rumus dalam berkomunikasi, yaitu C=Q question P praise R reaction. Pertanyaan adalah bentuk ketertarikan pendengar terhadap apa yang kiata bicarakan oleh karena itu pertanyaan adalah sebagian dari komunikasi terlebih lagi dalam hubungan suami istri, pertanyaan berperan menjadi pelumas cinta. Seiring lama tinggal bersama, perasaan akan memudar dan dialog pun berkuarang. Jika didiamkan akan menjadi sebuah malapetaka dan yang kedua yaitu pujian. Dalam berkomunikasi kita saling memuji satu sama lain supaya membangun sebuah hubungan yang kokoh apalagi dalam belajar kita harus memuji pengajar kita supaya ia senang dan menjalankan tugas mengajarnya dengan. Dalam berkomunikasi kita juga harus ngelawak karena itu bisa membuat ruangan tidak kaku dan membuat pendengar tidak cepat bosan maksimal dalam 20 menit sekali. Dalam buku ini juga ada tata cara guru berkomunikasi dengan baik dengan muridnya dalam mengajar. Disetiap sekolah pasti ada guru yang disenangi oleh muridnya dan ada yang tidak. Jika sang guru sangan antusias dan suka marah marah maka murid murid pun menjadi kurang tertarik dengan mata pelajarannya sehingga nilaipun menjadi jelek. Tidak hanya satu dua orang guru yang seperti itu olehkarena itu oh su hyang memberi tip pada saat mengajar dan presentasi diberbagai bidang. 1. Menggunakan suara yang tidak menidurkan pendengar 2. Menjaga tenggorokan 3. Dengarkan dengan seksama. Dalam komunikasi ini juga ada aturannya, jangan menggibah seseorang, jangan banyak bicara, pakailah suara yang rendah, berkata yang menenagkan hati, birbicaralah yang mudah dimengerti, berbicara dengan hati hati tanpa menyebut aib dan juga memuji diri sendiri, berbiaralah hal hal yang menyenangkan, berbicaralah dengan lidah mata dan ekspresi, berhati hatilah dalam berucap karena satu ucapan bisa mengubah kehidupan seseorang, dan yang trakhir berbicaralah dengan sopan dan mempunyai rasa tanggung jawab atas apa yang kita ucapkan. Masalah dalam presentasi ada yang cuma menghafal dan hanya mengulang kembali apa yang di hafalkannya sehingga itu akan menjadi membosankan, setelah mengingat anda harus menguasi materi dan menyampaikannya dengan cara yang sangat menarik. Dan juga melibatkan audiens melalui komentar komentar dengan jawaban yang cerdas dengan begitu pemaparan anda bukan Cuma sekedar presentasi tapi kelihatan seperti penyiar telivisi. Presentasi bukan sekedar presentasi. Tapi kita harus punya kesiapan seperti halnya ibu menyiapkan makanan, tiga hal yang harus disiapkan oleh seorang presenter, 1. Kenali lebih dalam para audiens, 2. Tujuan, tujuan utama presentasi adalah membujuk para audiens dengan intisari yang mudah dipahami, 3. Seorang presenter haus siap.*
resensi buku bicara itu ada seninya